This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 27 April 2013

Cara mempercepat akses internet di Linux

trik mempercepat koneksi ubuntu
untuk kali ini saya akan berbagi sebuah trik yang paling disukai oleh kalian yang suka menghabiskan waktu didepan komputer dan internet. yaitu cara mempercepat internet. kali ini saya akan kasih tahu trik mempercepat internet dengan menggunakan OS linux. karena sekarang ini masih banyak pengguna baru yang belum begitu bisa menggunakan linux.

silahkan ikuti langkah langkah di bawah ini

1. buka terminal kalian dan ketik sudo nano /etc/sysctl.conf dan tekan enter

2. setelah itu tambahkan kode dibawh ini dibagian paling bawah tulisan diatas

# increase TCP max buffer size setable using setsockopt()
net.core.rmem_max = 16777216
net.core.wmem_max = 16777216
# increase Linux autotuning TCP buffer limits
# min, default, and max number of bytes to use
# set max to at least 4MB, or higher if you use very high BDP paths
net.ipv4.tcp_rmem = 4096 87380 16777216
net.ipv4.tcp_wmem = 4096 65536 16777216
# don't cache ssthresh from previous connection
net.ipv4.tcp_no_metrics_save = 1
net.ipv4.tcp_moderate_rcvbuf = 1
# recommended to increase this for 1000 BT or higher
net.core.netdev_max_backlog = 2500
# for 10 GigE, use this, uncomment below
# net.core.netdev_max_backlog = 30000
# Turn off timestamps if you're on a gigabit or very busy network
# Having it off is one less thing the IP stack needs to work on
#net.ipv4.tcp_timestamps = 0
# disable tcp selective acknowledgements.
net.ipv4.tcp_sack = 0
#enable window scaling
net.ipv4.tcp_window_scaling = 1
3. save biasanya menekan tombol ctrl +o
4. ketik kembali sudo sysctl -p di terminal dan tekan enter
5. trik selesai dan selamat mencoba

Cara Mempercepat Koneksi Internet Pada Windows 7

Cara Mempercepat Koneksi Internet Pada Windows 7

Koneksi internet dapat kita tingkatkan kecepatannya, setidaknya ada 2 cara seperti  yang akan saya sampaikan berikut, yaitu melalui :
A. Local Group Policy Editor
      1.   Klik Start – ketik gpedit.msc    
            pada kotak search programs and files
      2.   Klik Administrative Templates pada 
            bagian Computer Configuration
        

      3.   Double klik Network
        

      4.   Double klik QoS Packet Scheduler
        

      5.   Double klik Limit reservable bandwidth
        

      6.   Klik Enable dan pada Bandwidth limit %
            ubah angkanya menjadi  0
        

      7.   Klik OK


B. Local Area Connection          
     1.   Masuk pada Contol PanelAll Control Panel Items
            Network and Sharing Center
            Kemudian klik Local Area Connection
        

      2.   Klik Properties
        

      3.   Klik Configure – pilih tab Advanced,
            kemudian klik Speed & Duplex,
            selanjutnya pilih 100 Mbps Full Duplex, terakhir klik OK
        

      4.   Anda jangan bingung karena setelah klik OK, sebab koneksi internet
            akan terputus untuk sementara. Jika pada proses ini gagal 
            maka coba pilih 10 Mbps Full Duplex

      5.   Selamat mencoba

Jumat, 19 April 2013

INSTALL EMULATOR BUAT PARA GAMERS DI UBUNTU

INSTALL EMULATOR BUAT PARA GAMERS DI UBUNTU


Mungkin banyak Para Gamerz Yang ingin memainkan Game Game yang biasa nya emulator nya hanya ada di "Jendela".. tetapi saiia akan Memberi Pencerahan tentang Bagaimana linux sudah merambah ke game game yang lumayan besar... dan berikut ini adalah Contoh Contoh emulator nya :

Dan satu lagi.. Maav ini ubuntu linux only
( jadi untuk distro lain selamat mencari paket nya hehehe )



- PS 1
  sudo apt-get install pcsx

- PS 2
  download @pcsx2.net available for linux

- GBA
  sudo apt-get install visualboyadvance

- NDS
  sudo apt-get install desmume (kalo saiia lebih suka nocash GBA with wine)

- N64
  sudo apt-get install mupen64

- SNES
  sudo apt-get install zsnes

Senin, 18 Maret 2013

Cara Setting Modem Wireless Router ADSL TP-LINK Speedy

Cara Setting Modem Wireless Router ADSL TP-LINK Speedy

Cara Setting Modem Wireless Router ADSL TP-LINK Speedy. Modem TP-Link Speedy biasanya menjadi bundle pada saat pemesanan paket Speedy, mungkin karena harganya yang relatif murah bila dibandingkan dengan modem merk lain atau karena hal teknis lain yang sudah diperhitungkan oleh pihak telkom sendiri.

Setting-Wireless-Router-Tp-link


Banyak pengguna Speedy yang masih belum bisa atau bingung mengkonfigurasi settingan Speedy agar dapat digunakan. Banyak cara dalam mensetting koneksi ADSL dengan Speedy.

Berikut adalah salah satu cara yang digunakan untuk settingan tersebut, cara yang simple dan biasa digunakan untuk menconfigurasi Modem ADSL TP-LINK dengan Speedy.

Pastikan konektor modem tersambung ke PC/Notebook/Switch LAN,

  • Buka browser IE atau Browser atau apa saja yang bisa digunakan, ketik http://192.168.1.1, kemudian tekan ENTER 
  • Akan muncul Authentification Required dan ketik User Name : admin Password : admin atau apa saja 
  • Pada halaman utama "gambar dibawah" pilihlah Quick Start > Run Wizard
  • Setelah itu pilih Next
  • Pilih Zona waktu menjadi (GMT+07:00) Bangkok, Jakarta, Hanoi. Kemudian klik Next.
  • Tahap berikutnya pilih tipe koneksi PPPoE/PPPoA. Kemudian klik Next.
Keterangan : Jika menggunakan Router atau Server seperti mikrotik untuk melakukan Dial-Up, di sini perlu memilih Bridge Mode, kemudian klik Next hingga Finish.

Pada konfigurasi berikut, masukkan:

  • Username : nomorspeedy@telkom.net 
  • Password : password
  • VPI: 8 (silakan lihat referensi Daftar VPI)
  • VCI : 81 (silakan lihat referensi Daftar VCI)
  • Connection Type : PPPoE LLc.
  • selanjutnya klik Next
Keterangan:
Speedy menggunakan mode DHCP, sehingga jika menggunakan setting PPPoE, tidak perlu memasukkan IP statik. Modem akan meminta langsung IP yang kosong ke server Speedy.


  • Untuk kolom VPI dan VCI, silakan lihat referensi Daftar VPI dan VCI untuk Modem Speedy dari Berbagai Daerah, karena setting untuk tiap daerah berbeda. 
  • Jika sudah yakin, Klik Next. Jika belum, bisa diklik Back dan melakukan beberapa penyesuaian setting
  • Klik Close, dan Restart Modem.
Selanjutnya, jika bermaksud mensetting IP Addres dengan cara:
  • Local Connection Area Status > Properties > General > Internet Protocol TCP/IP > Properties > Obtain an IP Address automatically. 
  • Jangan lupa masukkan IP DNS di dua kolom di bawah IP Address dengan IP DNS dari speedy.
Demikian Cara Setting Modem Wireless Router ADSL TP-LINK Speedy. Semoga Manfaat.

Minggu, 17 Maret 2013

cara Connect Wireless Lewat Terminal

cara Connect Wireless Lewat Terminal



1. sudo ifconfig wlan0 up
2. sudo iwlist wlan0 scann
atau sudo iwlist wlan0 scann | grep ESSID; iwlist wlan0 encryption
3. sudo iwconfig wlan0 essid "nama_wireless"key"kata_sandi"
sebagai contoh
sudo iwconfig wlan0 essid "Jaringan"key"123456"
misalnya mau connect ke hotspot atau ke wireless yang tdk berpassword gak usah memakai key, contoh..
iwconfig wlan0 essid "Hotspot"
4. sudo dhclient wlan0


note : nama wireless yang di sudah di scaning bisa di lihan di ESSID.
wireless menggunakan password apa tdk bisa di lihat di encryption keys, pada hasil scaning iwlist

saya menggunakan Wireless interface wlan0 dan saya mencobanya di distro turunan debian :D
bisa di sesuaikan dengan Wireless interfaces masing-masing...   okey mas bro

Remote Server ClearOS dari Jauh

                                  Remote Server ClearOS dari Jauh

Jika kita sebagai system administrator jaringan maka sangat perlu untuk bisa mengawasi kondisi server kita meskipun kita sedang berada di luar daerah.ClearOS mendukung fitur ini.Server bisa kita remote via webconfig atau via CLI (pake putty)

Contoh Topologinya :

modem      -----------     eth0      ClearOs      eth1  -----------   clients
192.168.2.1            192.168.2.2             192.168.1.251        192.168.1.1-250



STEP 1 :
- Pastikan bahwa server terhubung ke internet melalui line yang memiliki IP Address Publik Statik (misalnya Speedy paket familia(1mbps),exe(2mbps),dan biz(3mbps) )
- Ketahui dan catat ip publik kita,lihat di status modem (dalam cth saya gunakan ip 110.139.88.89 )
- Setting port forwarding pada modem

Karena banyak merk modem,settingannya pun beda-beda (silahkan googling ja yah  big_smile ).Biasanya fiturnya namanya port forwarding, virtual server (TPlink,DLink) atau application&games (Linksys)

Saya contohkan modem Dlink DSL526B (Gratisan dari Telkom Speedy,hehehehe....  tongue  )

1. Masuk ke advanced setup - NAT - virtual servers
Note: Server IP Address adalah IP address server yang terhubung ke modem, dalam contoh berarti eth0 (192.168.2.2)

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Instalasi Jaringan

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Instalasi Jaringan

Sebagai orang yang masih awam ataupun masih baru di dunia jaringan kita harus mengetahui juga apa apa saja hal yang perlu kita perhatikan dalam proses instalasi jaringan, karena bila kita sudah mengetahuinya itu akan memudahkan kita. Dan pada postingan saya kali ini, saya akan memberikan informasi yang cukup menarik bagi anda yang bekerja di jaringan (network), yaitu apa apa saja hal yang harus kita perhatikan dalam proses instalasi perangkat jaringan, mulai dari kabel (wire) atau juga melalui nonkabel (wireless).
 
Informasi lebih lanjutnya terus simak kebawah sob ;


1. Jenis Kabel

Dalam proses instalasi jaringan kita hendaklah menentukan jenis kabel jaringan apa yang akan digunakan. Kebanyakan jaringan saat ini umumnya menggunakan satu atau lebih jenis kabel tembaga twisted-pair:
   1. CAT5
    2. Cat5e
    3. Cat6
    5. Cat6a

CAT5 dan kabel Cat5e terlihat sama, tapi kabel Cat5e diproduksi dengan standar yang lebih tinggi untuk memungkinkan kecepatan data yang lebih tinggi transfer. Kabel Cat6 dibangun dengan standar bahkan lebih tinggi dari Cat5e. Kabel Cat6 mungkin memiliki pembagi pusat untuk memisahkan pasangan didalam kabel.

Jenis yang paling umum digunakan dalam jaringan kabel adalah Cat5e. Cat5e cocok untuk Fast Ethernet sampai 330 kaki (100 m). Beberapa bisnis dan rumah telah menginstal kabel Cat6 sehingga mereka siap untuk kebutuhan bandwidth tambahan di masa depan. Aplikasi seperti video, konferensi video game, dan menggunakan sejumlah besar bandwidth.

Cat6a kabel membawa sinyal Ethernet dengan kecepatan 10 Gbps. Singkatan untuk 10 Gb Ethernet lebih dari kabel twisted-pair adalah 10GBase-T, sebagaimana didefinisikan dalam IEEE 802.3an-2006 standar. Pelanggan yang membutuhkan bandwidth tinggi jaringan bisa mendapatkan keuntungan dari memasang kabel yang dapat mendukung Gigabit Ethernet atau 10 Gb Ethernet.

Gedung kantor baru atau direnovasi sering memiliki beberapa jenis kabel UTP yang menghubungkan setiap kantor ke titik pusat yang disebut Fasilitas Distribusi Utama (MDF). Keterbatasan jarak kabel UTP digunakan untuk data adalah 330 kaki (100 m). Bila seandainya penggunaan kabel lebih dari ini, maka diperlukan adanya repeater atau hub untuk memperluas koneksi ke MDF.

Kabel yang dipasang di dalam dinding dan langit-langit bangunan harus sidang pleno dinilai. Sebuah kabel plenum adalah salah satu yang aman untuk instalasi antara langit-langit menjatuhkan dan langit-langit struktur sebuah bangunan di mana sirkulasi udara terjadi. Rapat pleno Nilai kabel terbuat dari plastik khusus yang menghambat api dan menghasilkan asap kurang dari jenis kabel lainnya.

2. Wireless

Sebuah solusi nirkabel dapat dimungkinkan di tempat di mana kabel tidak dapat diinstal. Pertimbangkan sebuah bangunan tua bersejarah di mana kode bangunan lokal tidak mengizinkan modifikasi struktural. Dalam hal ini, memasang kabel tidak mungkin dan karena koneksi nirkabel satu-satunya solusi.

3. Biaya
 
Ketika merancang jaringan, biaya adalah pertimbanganyang cukup penting. Maka dari itu kita harus melihat ke samping dahulu bila ingin menentukan biayanya dan juga jangan sampai besar pasak dari pada tiang yah.

4. Keamanan

Sebuah jaringan kabel biasanya lebih aman daripada jaringan nirkabel. Kabel dalam jaringan kabel yang biasanya dipasang di dinding dan langit-langit dan karena itu tidak mudah diakses. Hal ini lebih mudah untuk mendapatkan akses tidak sah ke sinyal pada jaringan nirkabel dari sinyal pada jaringan kabel. Sinyal yang tersedia untuk siapa saja yang memiliki penerima. Untuk membuat jaringan nirkabel aman seperti jaringan kabel membutuhkan penggunaan enkripsi.

5. Desain untuk Masa Depan

Banyak organisasi kelas tertinggi menginstal kabel yang tersedia. Hal ini memastikan bahwa jaringan yang disiapkan untuk kebutuhan bandwidth tambahan di masa depan. Untuk menghindari instalasi kabel mahal kemudian, Anda dan pelanggan Anda harus memutuskan apakah biaya pemasangan kabel kelas yang lebih tinggi diperlukan.

Macam-macam Topologi Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Macam-macam Topologi Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Waah posting lagi nih, postingan saya kali ini masih akan membahas seputar jaringan yaitu macam macam Topologi, mungkin sebelum kita masuk ke macamnya kita akan membahas terlebih dahulu apa itu Topologi,

Topologi adalah struktur dari jaringan atau bagaimana sebuah jaringan di gambarkan, Topologi terbagi 2 yaitu  topologi fisik (physical topology) yang menunjukan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topologi logik (logical topology) yang menunjukan bagaimana suatu media diakses oleh host.

  1. Topologi Bus
    Kelebihan;
    a.       Hemat kabel
    b.      Layout kabelnya yang sederhana
    c.       Mudah melakukan pengembangan atau workstation baru, tanpa mengganggu workstation lain.
    Kekurangan
    a.       Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
    b.      Kepadatan lalu lintas pada jalur utama yang menyebabkan sering terjadinya collusion data.
    c.       Bila terdapat gangguan pada jalur utama, maka akan terganggu seluruh jaringan.
    d.      Diperlikan repeater bila workstation semakin jauh.
  2. Topologi Star
    Kelebihan;
    a.       Paling fleksibel
    b.      Mudah melakukan pemasangan, pengembangan atau workstation baru.
    c.       Control terpusat
    d.      Kemudahan deteksi dan isolasi kerusakan.
    e.       Lalu lintas data teratur
    Kekurangan;
    a.       Boros kabel
    b.      Bila seandainya perangkat pusat mati, maka seluruh jaringan akan mati pula.
    c.       Perlu penanganan khusus
  3. Topologi Ring
    Kelebihan;
    a.       Teratur karena satu arah
    b.      Resiko collusion sedikit
    Kekurangan;
    a.       Tidak banyak memiliki workstation
    b.      Bila terputus satu, maka terputus semua

    Dari semua jenis topologi yang dikenal tetapi 3 topologi diataslah yang paling umum banyak digunakan oleh kebanyakan orang

  4. Topologi Mesh
  5. Topologi Tree
  6. Topologi Hirarki
  7. dan masih byk lagi yang lainnya
Semoga artikel ini dapat bermanfaat, dan komentar sarannya di tunggu yah sobat,, :)

Cara Download File ISO Linux dari Server Kambing dan Lainnya

Cara Download File ISO Linux dari Server Kambing dan Lainnya

Cara Download File ISO Linux dari Server Kambing dan Lainnya

Oct 23, 2012 by Under Tips & Trik - 11 Comments  
Karena lisensinya yang bebas dan gratis, kita bisa memperoleh Linux di mana-mana. Karena lisensinya pula, ia menjadi sangat banyak varian. Bahkan dalam satu varian saja, semisal Ubuntu, ada banyak sekali hal-hal yang patut diperhatikan. Mungkin kita akan bingung saat melihat laman unduhan ISO yang ada di server seperti Kambing UI. Kenapa? Karena ada begitu banyak folder, begitu banyak file berbeda bahkan untuk 1 nama OS saja. Plus tidak cuma ISO yang demikian banyak, kadang ada file-file lain yang aneh dalam satu folder yang sama.
Download Linux
Kita akan bingung: mana yang harus saya unduh? Maka, tulisan ringkas ini akan memaparkan contoh cara mengunduh ISO yang tepat disertai penjelasan ringkas apa-apa yang ada dalam satu folder itu. Saya memandang perlu ada tulisan semacam ini agar mudah bagi para pemula. Insya Allah tulisan ini salah satunya.
Server ISO
Ada demikian banyak server ISO bagi distro-distro Linux. Awalnya hanya di luar negeri sana, tetapi kini seakan-akan orang berlomba untuk menyediakan server semacam itu di Indonesia. Banyak sekali! Mungkin pengguna awam akan bingung memilih server mana yang terbaik. Di sini saya daftar dulu server repositori Indonesia yang menyediakan ISO Linux.
Sampai saat ini, server yang paling memuaskan saya adalah Kambing. Hampir selalu saya memperoleh kecepatan di atas 100 KB/s bahkan sering stabil 1500 KB/s. Ini berlaku untuk saya baik ketika mengunduh ISO atau instal aplikasi. Saya sertakan satu skrinsot terbaru saya ketika mengunduh dari Kambing sebagai bukti. Tentunya ini bergantung pada posisi Anda dan jalur internet yang digunakan. Namun saya sarankan pakai server Kambing untuk Anda.
ISO Blankon Linux
ISO itu Apa?
Masuk ke masalah. Apa yang mau Anda unduh? Saya memisalkan satu ISO yang mudah dan pasti banyak dicari orang yaitu Linux Mint. Saya asumsikan kita mau unduh Linux Mint 13 (kode namanya Maya). Maka kita mulai mengunjungi situs http://kambing.ui.ac.id. Jika Anda telah melihat laman depannya, jangan perhatikan yang lain. Perhatikan bagian Daftar ISO. Gambarnya seperti ini. Saya kasih tanda biar jelas. Langsung klik link itu lalu kita akan mulai tutorialnya :)
Kambing ISO Linux
Langkah Pertama
Kita masuk ke laman ISO. Di sini, yang ada adalah folder-folder dari setiap OS yang disediakan oleh Kambing. Itu semuanya folder ya, bukan sekadar link seperti di web lain :) Perhatikan agar tidak bingung, di sini yang ada tak hanya folder ISO. Ada folder bahkan ada file yang tak berhubungan dengan Linux. Contohnya:
  • ada link Parent Directory: untuk kembali ke folder di atasnya, mirip tombol up di Windows Explorer atau Nautilus.
  • Ada folder BSE: isinya buku-buku pelajaran gratis dari pemerintah.
  • dll.
Perhatikan betapa banyaknya OS yang bisa kita unduh gratis. Namanya aneh-aneh pula. Ada CentOS, ayuOS, Knoppix, dan lain-lain. Bahkan, yang satu nama Ubuntu saja, ada 3 folder: ubuntu, ubuntu-repository, dan ubuntu-ultimate. Yang belum pengalaman dengan Linux pasti bingung. Makanya kita memilih Linux Mint saja.
Kambing ISO Linux
Langkah Kedua
Kita masuk folder linuxmint. Di sini, kita lagi-lagi nemu banyak folder. Kenapa nggak dikasih satu folder aja sih, biar nggak bingung? Tenang, ini salah satu indahnya open source. Setiap folder didedikasikan untuk user khusus. Penjelasan folder:
  • testing itu untuk pengembang yang mau menguji coba Linux Mint yang belum versi final,
  • folder docs itu untuk yang ingin memperoleh PDF dokumentasi, kemudian
  • folder archive, debian, dan stable itu yang isinya ISO.
Karena ingin mengunduh Linux Mint 13, mana yang mesti kita masuki? Masuklah ke stable karena isinya adalah ISO Linux yang sudah selesai diuji dan bisa langsung digunakan dengan stabil. Kadang nama stable diganti release pada beberapa distro lain.
Linux Mint ISO
Langkah Ketiga
Sekarang kita dalam folder stable. Lalu karena ingin mengunduh Linux Mint 13, klik folder 13. Semua folder di sini menggambarkan nomor versi Linux Mint. Perhatikan, pada beberapa distro lain, kadang selain folder bernomor versi seperti ini, disertakan juga folder dengan nama. Makanya saya tadi menyebutkan Maya karena itulah nama kode (codename) untuk rilis Linux Mint 13. Perlu dicatat bahwa dunia Linux punya budaya penamaan untuk OS. Ada nama yang diberikan pengembang selain nomor versi OS untuk setiap rilis. Contohnya Ubuntu dinamai Precise Pangolin untuk versi 12.04, Fedora dinamai Beefy Miracle untuk versi 17, Blankon Rote untuk versi 8, dan kebetulan Mint ini dikasih nama Maya untuk rilis 13.
File Name
Langkah Keempat
Saat ini Anda ada dalam folder 13. Nah, di sinilah pertarungan kita sesungguhnya. Banyak sekali ISO, bukan? Hayo, mau pilih yang mana? Tenangkan pikiran, jangan keburu pusing dulu :) Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di sini:
  • desktop environment: Anda ingin memakai Mint dengan desktop environment default apa? Pengembang membuatkan untuk kita Mint dengan Cinnamon, MATE, KDE, dan XFCE. Silakan pilih mana desktop environment yang paling dibutuhkan. Oya, sekadar catatan, MATE = GNOME 2, hanya ganti namanya saja :)
  • media instalasi: ada cd ada dvd. Namun untuk Mint 13 ini, hanya ada versi DVD. Maksudnya, kelak Anda butuh DVD betulan untuk dibakarkan ISO ini ke dalamnya dan diinstal. Sekadar catatan pula, mau DVD atau CD, semuanya bisa di-burn ke USB flash disk dengan Unetbootin. Lebih cepat, lebih enak, dan sama-sama bisa menjalankan Linux secara live. Perhatikan ukuran ISO-nya. Perhitungkan juga kapan selesai unduhannya.
  • arsitektur komputer: ada 32 dan 64 bit. Kalau Mint ini rencananya mau diinstal di komputer 32 bit, Anda harus unduh yang ada tulisannya 32bit. Begitu pula untuk 64 bit. Jangan sampai salah unduh. Perhatikan: pada distro-distro lain, biasanya tidak ditulis simple 32 bit atau 64bit seperti ini. Biasanya ditulis x86 untuk menyebut 32 bit dan AMD64 untuk menyebut 64 bit. Perhatikan ini karena memang inilah standar penulisan nama ISO di dunia Linux.
  • nocodec: ini istimewa di Linux Mint. ISO yang tidak ada tulisannya nocodec berarti sudah ada isi codec-nya. Artinya, yang tidak ada tulisan nocodec, pas diinstal nanti, pasti bisa memainkan MP3 dan video. Sebaliknya, jika ada tulisannya nocodec, pas diinstal nanti, pasti tidak bisa memainkan MP3 dan video alias Anda harus instal codec belakangan. Kalau tak mau repot, unduh saja yang pertama. Cuma, kenapa sih kok ada nocodec segala? Lihat saja skrinsot ini, yang punya nocodec pasti ukuran ISO-nya lebih kecil.
Karena saya telah melihat beberapa review[1][2][3] untuk Cinnamon terbaru pada Mint 13, yang katanya jauh lebih cepat dan lebih enak dipakai kerja dibanding GNOME 3, saya contohkan unduh file ISO yang bernama:
linuxmint-13-cinnamon-dvd-32bit.iso
Contoh File ISO
Sampai sini tutorial mengunduh selesai. Saya akan lanjutkan dengan tambahan. Sebelumnya, ini preview Linux Mint 13 dengan Cinnamon dari saya.
Preview Linux Mint
Mengenai URL
Perhatikan, sampai di laman 13 ini Anda semestinya mendapati address bar Anda seperti skrinsot ini. Persis dan pasti. Artinya apa? Nanti kalau Anda mau unduh dari server lain, paling cuma tinggal ganti alamat servernya saja. Ini salah satu fungsi dari pengaturan folder yang agak njelimet di depan tadi :) Jadinya rapi dan pasti.
Antara LiveCD dengan Alternate
Jika Anda ingin mengunduh distro selain Mint, Blankon misalnya, mungkin Anda akan menemui istilah livecd dan alternate. Apa pula ini? Kenapa dibeda-bedakan seperti ini? Santai, inilah namanya klasifikasi yang cerdas. Ini nama teknologi, Sobat. Dengan 2 sasaran pengguna yang berbeda.
  • LiveCD: kalau ada ISO yang ada tulisannya livecd, itu berarti kalau nanti sudah dibakar ke CD betulan, maka OS di dalamnya bisa dijalankan persis aslinya (ya ada menunya, ada wallpapernya, dll. persis seperti sudah diinstal) tapi tanpa diinstal ke komputer. Ini canggih sekali yang mana berguna untuk mencoba sebelum menginstal, atau mereparasi komputer yang rusak, atau menyelamatkan data. atau sekadar ingin mengambil skrinsot suatu distro. Nah, kalau yang livedvd itu, sama saja tapi untuk media DVD. Teknologi ini sudah dipakai sejak zaman dulu di dunia Linux khususnya Ubuntu.
  • Alternate: kalau ada ISO yang ada tulisannya alternate, berarti dia tidak bisa livecd. Kalau sudah dijadikan CD, maka ia hanya bisa menginstal tidak bisa mencoba secara live. ISO yang semacam ini khusus digunakan untuk pengembang saja, tidak untuk kita yang pengguna biasa. Teknologi ini sudah ada sejak lama dan dipakai oleh semua OS. Installer Windows itu ya alternate ini namanya kalau di Linux :)
Mengenai File Lain
Ini penting untuk diketahui mengingat inilah fitur tersembunyi yang ada di masing-masing repo dari pengembang OS yang bersangkutan. Fitur ini berguna sekali kalau kita tahu cara memanfaatkannya. Apa itu? Ya itulah file .torrent, .metalink, .md5sum, .sha256sum, dan .zsync. Saya akan mencoba menjelaskannya.
.torrent: file yang berakhiran ini ukurannya sangat kecil. Mungkin tak sampai 100 KB. File ini hanya bisa dibuka dengan aplikasi BitTorrent untuk mengunduh secara bersama-sama agar lebih cepat. BitTorrent adalah metode download yang sangat berbeda dari metodenya IDM dkk. BitTorrent memanfaatkan jumlah pengunduh (pokoknya makin banyak makin cepat selesai). Dan memang torrent biasa dipakai untuk mengunduh file-file raksasa. Anda dapat merujuk ke Wikipedia untuk memahaminya.[4]
.md5sum dan .sha256sum: file yang juga berukuran kecil. File berakhiran ini bisa dibuka dengan aplikasi MD5 Checker. Gunanya untuk mengecek ISO Anda. Kalau Anda sukses mengunduhnya, maka dia bilang oke. Bisa diteruskan dibakar ke CD. Kalau tidak, maka dia bilang ‘ini korup’. Kalau Anda bakar ke CD, Linux-nya nggak jalan. Pengecekan ini berguna biar tidak boros keping CD. Demikian pula dengan .sha256sum.[5]

.metalink: file yang serupa dengan .torrent tapi lebih canggih. Ia sama dengan torrent tapi ia TIDAK HANYA memanfaatkan jaringan torrent semata. Ia juga memanfaatkan FTP, HTTP, dan jalur-jalur download lain sehingga kecepatannya bisa melampaui torrent.[6]
.zsync: file khusus untuk pengembang yang ingin menguji coba suatu OS yang baru dibuat. Biasanya dipakai pada pengembangan OS yang setiap hari bikin ISO (contohnya Blankon). Gunanya adalah mengunduh bagian yang ter-update dari ISO baru agar tidak usah lagi mengunduh keseluruhan ISO untuk menguji. Tentu arah teknologi Zsync ini untuk efisiensi media penyimpanan. Kita tak harus memakainya tapi mengetahui itu lebih baik.[7]

Sabtu, 16 Maret 2013

CARA MENGHITUNG SUBNETMASK

CARA MENGHITUNG SUBNETMASK :
Misalkan anda memiliki IP adress 192.168.10.0 dan Subnet mask 255.255.255.128
Ubah angka 128 ke bilangan biner dengan cara sebagai berikut
128 : 2 = 64 sisa 0
64  : 2 = 32 sisa 0
32  : 2 = 16 sisa 0
16  : 2 =  8 sisa 0
8   : 2 =  4 sisa 0
4   : 2 =  2 sisa 0
2   : 2 =  1 Sisa 0
Hasil akhir 1 tidak dapat dibagi menjadi 1
hasil bilangan binernya adalah 10000000
Banyaknya subnet yang tersedia dari rumus 2^x
X adalah jumlah dari angka 1, karena berdasarkan angka binner yang ada jumlah 1=1
maka 2^1 = 2 maka jumlah subnet maksnya adalah 2
Nah sekarang kita harus tau bila tersedia hanya 2 subnet maks maka kita harus mencari berapa subnet maks tersebut?
Dari Subnet maks yang terbesar adalah 256 maka dihasilkan 256 – 128 = 128.
Maka subnet masknya adalah 0 dan 128
Contoh lain, bila ditetapkan subnet masknya 255.255.255.192
Jumlah subnet maks dapt dihitung
192 : 2 = 96 sisa 0
96  : 2 = 48 sisa 0
48  : 2 = 24 sisa 0
24  : 2 = 12 sisa 0
12  : 2 =  6 sisa 0
6   : 2 =  3 sisa 0
3   : 2 =  1 sisa 1
maka bilangan binnernya adalah 11000000
karena angka 1 ada 2 maka 2^2 = 4
Dan subnet yang dapat digunakan adalah 256 – 192 = 64, maka Subnetnya adalah 0, 64, 128, 192 artinya subnetnya adalah
255.255.255.0
255.255.255.64
255.255.255.128
255.255.255.192
Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6 – 2 = 62 host
CONTOH SOAL SUBNETMASK :

Subnetting apa yang terjadi pada IP Address kelas C 192.168.1.0/2
7?
Jawab:
Subnet mask dari 192.168.1.0/27 adalah 11111111.1111111.11111111.11100000  atau 255.255.255.224, maka:
  1. Jumlah Subnet,
    Jumlah subnet dapat dicari dengan 2 pangkat x, dimana x adalah banyaknya angka 1 pada oktet 4, dalam perhitungan subnet mask diatas ada 3, sehingga Jumlah subnet mask adalah 2 pangkat 3 sama dengan 8 buah subnet
  2. Jumlah Host,
    Jumlah host pada tiap subnet dapat dicari dengan 2 pangkat y, dimana y adalah banyaknya angka 0 pada oktet 4, dalam perhitungan diatas ada 5, sehingga Jumlah Host tiap subnetnya adalah 2 pangkat 5 sama dengan 30 host tiap subnet.
  3. Blok Subnet,
    Untuk mencari dapat dicari dengan dengan cara 256-224 (dimana 224 adalah nilai oktet 4) sama dengan 32. Untuk mencari subnet yang lain hasil ini dikali 2=64, dikali 3=96, dikali 4=128, dikali 5=160, dikali 6=192, dikali 7=224 dikali 8=256. Sehingga blok subnet yang valid adalah 0 (pasti ada), 32,64,96,128,160,192, dan 224.
  4. Network Address, Host Address dan Broadcast Address yang valid
    Untuk mencari alamat host, broadcast dan network (subnet)  kita langsung aja buat tabel lengkapnya perhitungan subnetting ini sebagai berikut:
Demikianlah sekilas tentang contoh soal perhitungan subnetmask semoga ada manfaatnya. CMIIW...
Kita juga harus menguasai konsep subnetting untuk mendapatkan IP address baru, dimana dengan cara ini kita dapat membuat network ID baru dari suatu network yang kita miliki sebelumnya. Subnetting digunakan untuk memecah satu buah network menjadi beberapa network kecil.
Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan
Ingat rumus untuk mencari banyak subnet adalah 2 n – 2
N = jumlah bit yang diselubungi
Dan rumus untuk mencari jumlah host per subnet adalah 2 m – 2
M = jumlah bit yang belum diselubungi
Contoh kasus dengan penyelesaian I :
Ip address 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0 yang diidentifikasi sebagai kelas B.
Subnet mask : 11111111.11111111.11100000.00000000
3 bit dari octet ke 3 telah digunakan , tingal 5 bit yang belum diselubungi maka banyak kelompok subnet yang bisa dipakai adalah kelipatan 2 5 = 32 (256 – 224 = 32)
32 64 96 128 160 192 224
Jadi Kelompok IP yang bisa digunakan dalah ;
130.200.0.0 – 130.200.31.254 à subnet loopback
130.200.32.1 – 130.200.63.254
130.200.64.1 – 130.200.95.254
130.200.96.1 – 130.200.127.254
130.200.128.1 – 130.200.159.254
130.200.160.1 – 130.200.191.254
130.200.192.1 – 130.200.223.254
Contoh kasus dengan penyelesaian II :
Terdapat network id 130.200.0.0 dengan subnet 255.255.192.0 yang termasuk juga kelas B, cara lain untuk menyelesaikannya adalah ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan, dapat diketahui IP address adalah kelas B yang octet ketiga diselubungi dengan angka 192…
• Hitung dengan rumus (4 oktet – angka yang diselubung) 256 – 192 = 64
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 64 dan 128.
Jadi kelompok ip yang dapat dipakai adalah
130.200.64.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.199.254
Kasus ;
Kita memiliki kelas B dengan network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0
Dengan cara yang sama diatas sebelumnya ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas B dengan octet ketiga terseluibung dengan angka 224
• Hitung dengan rumus (256-224) =32
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32 yaitu 64 96 128 160 192
Dengan demikian, kelompok IP address yang dapat dipakai adalah ;
130.200.32.1 sampai 130.200.63.254
130.200.64.1 sampai 130.200.95.254
130.200.96.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.159.254
130.200.160.1 sampai 130.200.191.254
130.200.192.1 sampai 130.200.223.254
Kasus :
misalkan kita menggunakan kelas C dengan network address 192.168.81.0 dengan subnet mask 255.255.255.240, maka
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas C dengan oktat ketiga terselubung dengan angka 240
• Hitung (256 – 240) = 16
• Maka kelompok subnet yang dapat digunakan adalah kelipatan 16, yaitu 16 32 48 64 80 96 112 128 144 160 176 192 208 224
Maka kelompok IP address yang dapat digunakan adalah ;
192.168.81.17 sampai 192.168.81.20
192.168.81.33 sampai 192.168.81.46
192.168.81.49 sampai 192.168.81.62
192.168.81.65 sampai 192.168.81.78
192.168.81.81 sampai 192.168.81.94
192.168.81.97 sampai 192.168.81.110
192.168.81.113 sampai 192.168.81.126
192.168.81.129 sampai 192.168.81.142
192.168.81.145 sampai 192.168.81.158
192.168.81.161 sampai 192.168.81.174
192.168.81.177 sampai 192.168.81.190
192.168.81.193 sampai 192.168.81.206
192.168.81.209 sampai 192.168.81.222
192.168.81.225 sampai 192.168.81.238
Kasus :
Sebuah perusahaan yang baru berkembang mempunyai banyak kantor cabang dan tiap kantor cabang mempunyai 255 workstation, network address yang tersedia adalah 164.10.0.0, buatlah subnet dengan jumlah subnet yang terbanyak
Penyelesaian ; 164.10.0.0 berada pada kelas B, berarti octet 3 dan 4 digunakan untuk host, sedangkan 1 kantor cabang ada 254 host, maka ambil 1 bit lagi dari octet ke 3 agar cukup.
Maka subnetmask yang baru
11111111.11111111.11111110.00000000
255. 255. 254. 0
Subnet yang tersedia adalah 256 – 254 = 2, maka subnetnya kelipatan 2 sampai dengan 254.
Jumlah subnet (2 7 – 2) = 128 – 2 = 26 subnet
Jumlah host / subnetnya (2 9 – 2 ) = 512 – 2 = 510 host
164.10.0.0 sampai 164.10.1.0 à dibuang
164.10.2 .1 sampai 164.10.3.254
164.10.4.1 sampai 164.10.5.254
164.10.6.1 sampai 164.10.7.254
164.10.8.1 sampai 164.10.9.254
.
.
.
164.10.252.1 sampai 164.10.253.254
Kasus :
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.20.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.192 ini berarti notasi /26.
Jumlah subnet adalah 192, berarti 11000000, maka 22 – 2 = 2
Berapa banyak host per subnet, 26 – 2 = 62 host
Hitung subnet yang valid 256 – 192 = 64 subnet, maka terus tambahkan block size sampai angka subnet mask. 64 + 64 = 128. 128 + 64 = 192, yang tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah 64 dan 128.
Subnet 64 128
Host pertama 65 129
Host terakhir 126 190
Alamat Broadcast 127 191
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 64 atau lengkapnya 192.168.20.64 memunyai host pertama 65 atau 192.168.20.65, host terakhir 126 atau 192.168.20.126 dan alamat broadcast di 127 atau 192.168.20.127.
Kasus
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Kasus kelas C
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Kasus :
Di sebuah perusahaan manufacturing yang mempunyai banyak bagian dalam perusahaan tersebut, dimana setiap bagian mempunyai 700 host, network address yang didapat adalah 171.168.10.0, berarti ini kelas B…perhatikan bagaimana jika kita menggunakan kelas C karena kelas C hanya dapat menampung host sebanyak 254 !!!
Classless Inter-Domain Rouitng (CIDR)
Suatu metode yang digunakan oleh ISP untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada perusahaan, kerumah seorang pelanggan. ISP menyediakan ukuran blok (block size) tertentu.
Contoh : kita mendapatkan blok IP 192.168.32/28. notasi garis miring atau slash notation (/) berarti berapa bit yang bernilai 1 (contoh diatas adalah /28 berarti ada 28 bit yang bernilai 1).
Nilai maksimum setelah garing adala /32. karena satu byte adalah 8 bit dan terdapat 4 byte dalam sebuah alamat IP (4 x 8 = 32). Namun subnet mask terbesar tanpa melihar class alamatnya adalah hanya /30, karena harus menyimpan paling tidak dua buah bit sebagai bit dan host.
Nilai CIDR
255.0.0.0 /8
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255. 255.224.0 /19
255. 255.240.0 /20
255. 255.248.0 /21
255. 255.252.0 /22
255. 255.254.0 /23
255. 255.255.0 /24
255.255. 255.128 /25
255.255. 255.192 /26
255. 255. 255.224 /27
255. 255. 255.240 /28
255. 255. 255.248 /29
255. 255. 255.252 /30
Keterangan : pola yang dimaksudkan adalah pola 128, 192, 224, 240, 248, 252, dan 254
Dimana 128 dalam binary yaitu = 10000000 (1 bit subnet), 192 dalam binary yaitu 11000000 (2 bit binary) dan seterusnya. Maka hafalkan pola 128, 192, 224, 240, 248, 252 dan 254.
Contoh latihan subnetting : alamat class B
Alamat Network 172.16.0.0 dan subnet mask 255.255.192.0
Subnet 192 = 11000000, 2 2 – 2 = 2
Host 2 14 – 2 = 16.382 (6 bit di octet ketiga, dan 8 bit di octet keempat)
Subnet yang valid 256 – 192 = 64. 64 + 64 = 128
Subnet 64.0 128.0
Host pertama 64.1 128.1
Host terakhir 127.254 192.254
Broadcast 127.255 199.255
Keterangan, maka subnet 64.0 atau 172.16.64.0, mempunyai host pertama 64.1 atau 172.16.64.1 sampai dengan 171.16.127.254 dan alamat broadcastnya 172.16.127.255
Contoh latihan subnetting : alamat class A
Alamat Network 10.0.0.0 dan subnet mask 255.255.0.0
Subnet 255 = 11111111, 2 8 – 2 = 254
Host 2 16 – 2 = 65.534
Subnet yang valid 256 – 255 = 1, 2 , 3 dan seterusnya. (semua di octet kedua). Subnetnya menjadi 10.1.0.0, 10.2.0.0, 10.3.0.0 dan seterusnya sampai 10.254.0.0
Subnet 10.1.0.0 … 10.254.0.0
Host pertama 10.1.0.1 … 10.254.0.1
Host terakhir 10.1.255.254 … 10.254.255.254
Broadcast 10.1.255.255 … 10.254.255.255
NETMASK/SUBNETMASK
Untuk pengelompokan pengalamatan, selain nomor IP dikenal juga netmask atau subnetmask. Yang besarnya sama dengan nomor IP yaitu 32 bit. Ada tiga pengelompokan besar subnet mask yaitu dengan dikenal, yaitu 255.0.0.0 , 255.255.0.0 dan 255.0.0.0.
Pada dunia jaringan, subnetmask tersebut dikelompokkan yang disebut class dikenal tiga class yaitu :
1. Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0
2. Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0
3. Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0
Gabungan antara IP dan Netmask inilah pengalamatan komputer dipakai. Kedua hal ini tidak bisa lepas. Jadi penulisan biasanya sbb :
IP : 202.95.151.129
Netmask : 255.255.255.0
Suatu nomor IP kita dengan nomor IP tetangga dianggap satu kelompok (satu jaringan) bila IP dan Netmask kita dikonversi jadi biner dan diANDkan, begitu juga nomor IP tetangga dan Netmask dikonversi jadi biner dan diANDkan, jika kedua hasilnya sama maka satu jaringan. Dan kita bisa berhubungan secara langsung.
Ketika kita berhubungan dengan komputer lain pada suatu jaringan, selain IP yang dibutuhkan adalah netmask. Misal kita pada IP 10.252.102.12 ingin berkirim data pada 10.252.102.135 bagaimana komputer kita memutuskan apakah ia berada pada satu jaringan atau lain jaringan? Maka yang dilakukan adalah mengecek dulu netmask komputer kita karena kombinasi IP dan netmask menentukan range jaringan kita.
Jika netmask kita 255.255.255.0 maka range terdiri dari atas semua IP yang memiliki 3 byte pertama yang sama. Misal jika IP saya 10.252.102.12 dan netmask saya 255.255.255.0 maka range jaringan saya adalah 10.252.102.0-10.252.102.255 sehingga kita bisa secara langsung berkomunukasi pada mesin yang diantara itu, jadi 10.252.102.135 berada pada jaringan yang sama yaitu 10.252.102 (lihat yang angka-angka tercetak tebal menunjukkan dalam satu jaringan karena semua sama).
Dalam suatu organisasi komersial biasanya terdiri dari beberapa bagian, misalnya bagian personalia/HRD, Marketing, Produksi, Keuangan, IT dsb. Setiap bagian di perusahaan tentunya mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Dengan beberapa alasan maka setiap bagian bisa dibuatkan jaringan lokal sendiri – sendiri dan antar bagian bisa pula digabungkan jaringannya dengan bagian yang lain.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan satu organisasi membutuhkan lebih dari satu jaringan lokal (LAN) agar dapat mencakup seluruh organisasi :
q Teknologi yang berbeda. Dalam suatu organisasi dimungkinkan menggunakan bermacam teknologi dalam jaringannya. Semisal teknologi ethernet akan mempunyai LAN yang berbeda dengan teknologi FDDI.
q Sebuah jaringan mungkin dibagi menjadi jaringan yang lebih kecil karena masalah performanasi. Sebuah LAN dengan 254 host akan memiliki performansi yang kurang baik dibandingkan dengan LAN yang hanya mempunyai 62 host. Semakin banyak host yang terhubung dalam satu media akan menurunkan performasi dari jaringan. Pemecahan yang paling sedherhana adalah memecah menjadi 2 LAN.
q Departemen tertentu membutuhkan keamanan khusus sehingga solusinya memecah menjadi jaringan sendiri.
Pembagian jaringan besar ke dalam jaringan yang kecil-kecil inilah yang disebut sebagai subnetting. Pemecehan menggunakan konsep subnetting. Membagi jaringan besar tunggal ke dalam sunet-subnet (sub-sub jaringan). Setiap subnet ditentukan dengan menggunakan subnet mask bersama-sama dengan no IP.
Pada subnetmask dalam biner, seluruh bit yang berhubungan dengan netID diset 1, sedangkan bit yang berhubungan dengan hostID diset 0.
Dalam subnetting, proses yang dilakukan ialah memakai sebagian bit hostID untuk membentuk subnetID. Dengan demikian jumlah bit yang digunakan untuk HostID menjadi lebih sedikit. Semakin panjang subnetID, jumlah subnet yang dibentuk semkain banyak, namun jumlah host dalam tiap subnet menjadi semakin sedikit.
Description: Description: E:\tugs jarcom\Pengertian Subnetting, Netmask, Network ID, Default Gateway & Broadcast %C2%AB BLoGnya Agung_files\image001.pngCara Pembentukan Subnet :
Misal jika jaringan kita adalah 192.168.0.0 dalm kelas B (kelas B memberikan range 192.168.0.0 – 192.168.255.255). Ingat kelas B berarti 16 bit pertama menjadi NetID yang dalam satu jaringan tidak berubah (dalam hal ini adalah 192.168) dan bit selanjutya sebagai Host ID (yang merupakan nomor komputer yang terhubung ke dan setiap komputer mempunyai no unik mulai dari 0.0 – 255.255). Jadi netmasknya/subnetmasknya adalah 255.255.0.0
Kita dapat membagi alokasi jaringan diatas menjadi jaringan yang kebih kecil dengan cara mengubha subnet yang ada.
Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet yaitu :
1. Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk
2. Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan.
Cara perhitungan subnet berdasarkan jumlah jaringan yang dibutuhkan :
1. Menentukan jumlah jaringan yang dibutuhkan dan merubahnya menjadi biner.
Misalkan kita ingin membuat 255 jaringan kecil dari nomor jaringan yang sudah ditentukan. 255 à 11111111
2. Menghitung jumlah bit dari nomor 1. Dan jumlah bit inilah yang disebut sebagai subnetID
Dari 255 à 11111111 à jumlah bitnya adalah 8
3. Jumlah bit hostID baru adalah HosiID lama dikurangi jumlah bit nomor 2.
Misal dari contoh diatas hostIDbaru: 16 bit – 8 bit = 8 bit.
4. Isi subnetID dengan 1 dan jumlahkan dengan NetIDLama.
Jadi NetID baru kita adalah NetIDlama + SubNetID :
à 11111111.11111111.11111111.00000000 (24 bit bernilai 1 biasa ditulis /24)
Berkat perhitungan di atas maka kita mempunyai 256 jaringan baru yaitu :
192.168.0.xxx, 192.168.1.xxx, 192.168.2.xxx, 192.168.3.xxx hingga 192.168.255.xxx dengan netmash 255.255.255.0.
xxx à menunjukkan hostID antara 0-255
Biasa ditulis dengan 192.168.0/24 à 192.168.0 menunjukkan NetID dan 24 menunjukkan subnetmask (jumlah bit yang bernilai 1 di subnetmask).
Dengan teknik ini kita bisa mengalokasikan IP address kelas B menjadi sekian banyak jaringan yang berukuran sama.
Cara perhitungan subnet berdasarkan jumlah host adalah sebagai berikut :
1. Ubah IP dan netmask menjadi biner
IP : 192.168.1.0 à 11000000.10101000.00000000.00000000
Netmask : 255.255.255.0 à 11111111.11111111. 11111111.00000000
Panjang hostID kita adalah yang netmasknya semua 0 à 16 bit.
2. Memilih jumlah host terbanyak dalam suatu jaringan dan rubah menjadi biner.
Misal dalam jaringan kita membutuhkan host 25 maka menjadi 11001.
3. Hitung jumlah bit yang dibutuhkan angka biner pada nomor 1. Dan angka inilah nanti sebagai jumlah host dalam jaringan kita.
Jumlah host 25 menjadi biner 11001 dan jumlah bitnya adalah 5.
4. Rubah netmask jaringan kita dengan cara menyisakan angka 0 sebanyak jumlah perhitungan nomor 3.
Jadi netmasknya baru adalah 11111111.11111111.11111111.11100000
Identik dengan 255.255.255.224 jika didesimalkan.
Jadi netmask jaringan berubah dan yang awalnya hanya satu jaringan dengan range IP dari 1 -254 menjadi 8 jaringan, dengan setiap jaringan ada 30 host/komputer
Alokasi Range IP
1 192.168.1.0 – 192.168.1.31
2 192.168.1.32 – 192.168.1.63
3 192.168.1.64 – 192.168.1.95
4 192.168.1.96 – 192.168.1.127
5 192.168.1.128 – 192.168.1.159
6 192.168.1.160 – 192.168.1.191
7 192.168.1.192 – 192.168.1.223
8 192.168.1.224 – 192.168.1.255
Nomor IP awal dan akhir setiap subnet tidak bisa dipakai. Awal dipakai ID Jaringan (NetID) dan akhir sebagai broadcast.
Misal jaringan A 192.168.1.0 sebagai NetID dan 192.168.1.31 sebagai broadcast dan range IP yang bisa dipakai 192.168.1.1-192.168.1.30.